Langsung ke konten utama

Iniloh jamur Oncom yang dicintai masyarakat Jawa Barat, cari tahu sama-sama yuukk!!



Temen-temen tau oncom gak sih? Nih ya yang belum tau aku kasih tau dulu penjelasan singkatnya, simak yaa..
Oncom adalah makanan tradisional Indonesia yang berasal dari daerah Jawa Barat. Oncom merupakan sumber gizi yang potensial untuk masyarakat, karena dengan adanya proses fermentasi, maka struktur kimia bahan-bahan yang tadinya bersifat kompleks, akan terurai menjadi senyawa-senyawa yang lebih sederhana sehingga lebih mudah dicerna dan dimanfaatkan oleh tubuh. Oncom dapat dibuat dari kacang kedelai dan kacang tanah. Bahan baku lainnya yang diperlukan dalam pembuatan oncom adalah kapang.
Hasil gambar untuk jamur oncom 
Terus apa hubungannya nih oncom dengan jamur yang dicintai masyarakat Jawa Barat?
Nah sekarang aku mau jabarin jawabannya nih, selamat membaca, semangat menambah ilmu..
Jamur oncom termasuk dalam kelompok kapang (jamur berbentuk filamen). Dikenal pula dengan nama ilmiahnya Neurospora sitophila (dahulu Monilia sitophila).  Nama Neurospora berasal dari kata neuron (= sel saraf), karena guratan-guratan pada sporanya menyerupai bentuk akson. Sebelum diketahui perkembangbiakan secara seksualnya, jamur oncom masuk ke dalam kelompok Deuteromycota, tetapi setelah diketahui fase seksualnya (teleomorph), yaitu dengan pembentukan askus, maka jamur oncom masuk ke dalam golongan Ascomycota. Secara umum klasifikasi Jamur oncom, sebagai berikut:

Kingdom        Fungi
Filum              Ascomycota
Subfilum         Pezizomycotina
Kelas               Ascomycetes
Ordo               Sordariales
Famili              Sordariaceae
Genus             Neurospora
Spesies            Neurospora sitophila

Karakteristik Jamur Oncom
Neurospora sitophila memiliki spora berbentuk seperti urat saraf berloreng-loreng, sering terdapat pada produk-produk bakeri dan menyebabkan kerusakan sehingga biasanya disebut bakery mold atau red bread-mold. Neurospora sitophila juga dikenal sebagai jamur oncom. Dalam proses fermentasi jamur ini berkembang biak dan menjadikan makanan berwarna kuning-kemerahan. Jika jamur ini menyerang laboratorium Mikologi atau bakteriologi sebagai kontaminan, maka dapat menimbulkan bahaya pada kultur dan sangat sulit untuk dihilangkan karena banyaknya jumlah konidia yang mudah menyebar yang diproduksi dan karena pertumbuhannya yang sangat cepat.
            Neurospora sitophila bersifat octosporous, hermaprodit dan heterotalik. Unsur betinanya diwakili oleh protoperithecia, dimana setiap multinukleat askogonium ditempelkan. Askogonia menghasilkan cabang hifa panjang yang berfungsi sebagai trichogynes. Antheridia tidak dihasilkan. Unsur jantan diwakili oleh mikrokonidia yang diproduksi dalam rantai di microconidiophores; sejenis konidia, yang juga dapat menyalurkan nuclei ke receptive trichogynes. Dalam spesies ini, ditemukan bahwa peran organ seks jantan tidak terlalu besar dan fungsi seksual dikerjakan oleh bagian khusus dari thallus. Dikenal pula dengan nama ilmiahnya Neurospora sitophila (dahulu Monilia sitophila).  Nama Neurospora berasal dari kata neuron (= sel saraf), karena guratan-guratan pada sporanya menyerupai bentuk akson.   Jamur oncom termasuk dalam kelompok kapang (jamur berbentuk filamen).  Sebelum diketahui perkembangbiakan secara seksualnya, jamur oncom masuk ke dalam kelompok Deuteromycota, tetapi setelah diketahui fase seksualnya (teleomorph), yaitu dengan pembentukan askus, maka jamur oncom masuk ke dalam golongan Ascomycota.

Siklus Hidup Jamur Oncom
Jamur oncom adalah Neurospora sitophila (atau juga di kenal Neurospora crassa ) merupakan jenis jamur yang tergolong ke dalam Filum Ascomycota. perkembangbiakan secara seksual dengan pembentukan Ascosporangia.

1.                  Mula-mula Hifa berbeda jenis saling berdekatan.
2.                  Hifa betina akan membentuk Askogonium dan hifa jantan akan membentuk Anteridium, masing-masing berinti haploid.
3.                  Dari askogonium akan tumbuh Trikogin yaitu saluran yang menghubungkan askogonium dan anteridium.
4.                  Melalui trikogin anteridium pindah dan masuk ke askogonium sehingga terjadi plasmogami.
5.                  Askogonium tumbuh membentuk sejumlah hifa askogonium yang dikarion. Pertumbuhan terjadi karena pembelahan mitosis antara inti-inti tetapi tetap berpasangan.
6.                  Pada ascomycota yang memiliki badan buah, kumpulan hifa askogonium yang dikariotik ini membentuk jalinan kompak yang disebut Askokarp. Ujung-ujung hifa pada askokarp membentuk askus dengan inti haploid dikariotik.
7.                  Di dalam askus terjadi kariogami menghasilkan inti diploid.
8.                  Di dalam askus terdapat 8 buah spora. Spora terbentuk di dalam askus sehingga disebut sporaaskus. Spora askus dapat tersebar oleh angin. Jika jatuh di tempat yang sesuai, spora askus akan tumbuh menjadi benang hifa yang baru,
            Sedangkan perkembangbiakan secara aseksual dengan pembentukan konidia yang ada ujung konidiofor. Jika konidia jatuh pada tempat yang sesuai, maka konidia tersebut akan tumbuh menjadi miselium.
 Hasil gambar untuk jamur oncom

Kandungan Oncom
Ringkasan gizi oncom secara keseluruhan:
Kal    
36
Lemak
1,64g
    
Karb
2,67g
      
Prot
3,12g

Terdapat 36 kalori dalam Oncom (100 gram). Rincian kalori : 39%Lemak, 28% karbohidrat dan 33% protein.
Air                  = 87,46%
Energi             = 187 kkal
Protein            = 13 gr
 Lemak            = 6 gr
 Karbohidrat   = 22,6 gr
Kalsium          = 96 mg
 Fosfor            = 115 mg
Zat Besi          = 27 mg
 Vitamin A      = 0 IU
Vitamin B1     = 0,09 mg
 Vitamin C      = 0 mg

Proses Pembuatan Oncom
1. Proses pembuatan oncom merah adalah kacang kedelai
2. kacang tanah dan jagung direndam dan dicuci.
3. ketiga bahan tersebut dicampur sesuai dengan variabel perbandingan yang telah ditentukan dan dikukus selama kurang lebih setengah jam, kemudian didinginkan.
4. Setelah dingin, campuran akan dihancurkan dan digiling hingga halus. Substrat halus yang sudah jadi dibungkus dengan daun jati dan ditaburi ragi (Neurospora sitophila).
5. Media substrat tersebut kemudian diinkubasi dalam box plastik yang ditutup dengan kain mori selama kurang lebih 3 hari.
 6. Setelah tiga hari, ragi yang telah terbentuk dijemur hingga kering.

Reaksi Pembentukan Oncom
Proses fermentasi oncom kapang akan menghasilkan enzim α-galaktosidase yang dapat menguraikan rafinosa dan stakhiosa kedelai sampai pada level yang sangat rendah, sehingga tidak berdampak pada terbentuknya gas. Kandungan karbohidrat dan protein tercena cukup tinggi pada oncom dari bungkil kacang tanah. Selain itu populasi kapang diketahui dapat menekan produksi aflatoksin dari Aspergillus flavus yang telah mencemari substrat (bungkil). Degradasi yang dilakukan oleh kapang menyebabkan beberapa oligosakarida sederhana seperti sukrosa, rafinosa, dan stakhiosa menurun pesat kandungannya akibat aktivitas enzim α-galaktosidase yang dihasilkan kapang terutama (terutama Neurospora sitophila). Kapang oncom dapat mengeluarkan enzim amilase, lipase, dan protease yang aktif selama proses fermentasi dan memegang peranan penting dalam penguraian pati menjadi gula, penguraian bahan-bahan dinding sel kacang, penguraian lemak, serta pembentukan sedikit alkohol dan berbagai ester yang memunculkan aroma sedap dan harum. Protein juga tergedradasi namun tidak penuh dan berakibat meningkatnya daya cerna. Kapang oncom merah (Neurospora sitophila) dapat mereduksi (mengurangi) kandungan aflatoksin selama proses fermentasi bungkil tahu sebesar 50% dan oncom yang terbuat dari ampas tahu ini tidak mengandung aflatoksin. Sedangkan penggunaan kapang Rhizopus oligosporus dapat mengurangi aflatoksin bungkil sebesar 60%. Jamur ini juga mempunyai kemampuan untuk mengubah kedelai menjadi asam amino dan protein lain yang cepat larut kalau memasuki perut pemakannya.


DAFTAR PUSTAKA
Davis, R. H. (2000). Neurospora: Contributions of a Model Organism. Oxford University Press, New York.
Jacobson, D. J., A. J. Powell, J. R. Dettman, G. S. Saenz, M. M. Barton, M. D. Hiltz, W. H. Dvorachek, Jr., N. L. Glass, J. W., Taylor, and D. O. Natvig. (2004). Neurospora in temperate forests of western North America. Mycologia 96:55-74.
Ogbonna, J.C. (2004). Fuel Ethanol Production from Renewable Biomass Resources dalam Pandey, A. Concise encyclopedia of bioresource technology, Haworth Press Inc. New York. USA. 346-362.
Pandit, A. and Maheshwari, R. 1996. Life history of Neurospora intermedia in a sugar cane field. J Biosci 21:57-79.
Perkins, D. D. 2002. Neurospora perithecia: the first sighting. Fungal Genet Newsl 49:9-10.
Shear, C. L., & B. O. Dodge. (1927). Life histories and heterothallism of the red bread-mold fungi of the Monilia sitophila group. /. Agric. Res. 34:1019-1042.
http://berkeleysciencereview.com/article/sweet-on-biofuels/


Noor Rachma Shita
18308141019

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Périgord Truffle ( Tuber melanosporum ) Si Harta Karun Hitam

Tuber melanosporum atau truffle hitam Périgord (bekas provinsi Perancis) , tumbuh bersimbiosis dengan sistem akar pohon ek dan hazelnut. Dengan harga pasar petani sekitar 1000 Euro per kg (harga 2010) dan harga eceran tiga atau empat kali lipatnya, truffle  adalah salah satu makanan mewah termahal di dunia. Jika truffle dipotong maka akan mengelurkan bau yang khas (tidak seperti kebanyakan bau jamur). Tetapi babi, anjing, dan hewan lain dengan penciuman yang sensitif daripada manusia  bisa mencium baunya dari atas tanah. Inilah sebabnya mengapa pemburu truffle profesional menggunakan babi atau anjing untuk membantu mereka menemukan sumber 'emas hitam' ini. Tuber melanosporum   dan Tuber magnatum memiliki aroma yang meniru hormon seks babi jantan. Itulah sebabnya di masa lalu pemburu truffle profesional menggunakan babi betina untuk membantu menemukan harta karun ini. Tetapi saat ini anjing telah menggantikan babi sebagai  pemburu truffle. Distribusi...

Aspergillus oryzae, Jamur Pembuat Sake dan Kecap

           Mungkin kalian pernah dengar minum khas Jepang yang bernama Sake? Atau mungkin kalian yang suka masak sering menggunakan salah satu bahan masak yaitu kecap? Apakah kalian tau kalau Sake dan kecap dibuat dari jamur yang sama yaitu Aspergillus oryzae ? Yuk mari kita mengenal lebih jauh lagi tentang Aspergillus oryzae . Klasifikasi, Morfologi dan Reproduksi Aspergillus oryzae             Menurut Suriawiria (1986), Jamur Aspergillus oryzae hidup saprofit atau parasit dengan masa berbentuk benang atau filamen, multiseluler, bercabang-cabang, dan tidak berklorofil. Masing-masing benang disebut hifa, dan kumpulan hifa biasa disebut miselium. Miselium Aspergillus oryzae bersekat-sekat. Koloni yang sudah menghasilkan spora warnanya menjadi coklat kekuning-kuningan, kehijau-hijauan, atau kehitam-hitaman, miselium yang semula berwarna putih sudah tidak tampak lagi. taksonomi jamur Asperg...

Mengenal Aspergillosis Infeksi Jamur yang Disebabkan oleh Aspergillus fumigatus!

MENGENAL ASPERGILLOSIS, INFEKSI JAMUR YANG DISEBABKAN OLEH  Aspergillus fumigatus   Apasih penyakit Aspergillosis itu?  😦         Jadi, penyakit  Aspergillosis merupakan suatu kelompok mikosis yang disebabkan oleh infeksi jamur spesies Aspergillus yaitu Aspergillus fumigatus .  Jamur ini dapat ditemukan di tanah, air dan tumbuhan yang mengalami pembusukan, khususnya pada pupuk kandang dan humus. Penyakit aspergillosis ini memiliki tingkat penyebaran yang cukup luas karena dapat menyebabkan penyakit pada manusia ataupun hewan.       Aspergillosis terutama disebabkan oleh Aspergillus fumigatus , selanjutnya diikuti oleh Aspergillus flavus dan Aspergillus niger . Aspergillosis tergolong penyakit pernafasan, organ tubuh yang diinfeksi ialah paru-paru, kantong udara, dan trachea. Paru-paru yang baik berwarna merah jingga dan seperti spons, dapat terisi udara dengan baik. Paru-paru berukuran terlalu besar dapat terjadi ...